menik’s relique

Juli 7, 2008

amnesia

Diarsipkan di bawah: Just Me — meniksih @ 7:55 am

Aku pernah baca tulisan psikologi di suatu tempat, tentang metode pertahanan psikologis yang dilakukan manusia ketika mereka mengalami shock. Ada yang memecah kepribadiannya menjadi ganda -atau banyak- untuk bisa mengatasi situasi psikologis yang menghadang, adapula yang menghapus memorinya -seluruh atau sebagian- untuk menghindari rasa sakit dan trauma.

Apakah itu simbol kelemahan mental?

… nope. Aku rasa itu sangat manusiawi.

Lain dari itu, lebih dari sekedar menghilangkan rasa sakit dan trauma, ada yang memilih untuk ’separuh amnesia’ atau menghilangkan sebagian dari ingatan untuk menghindarkan diri dari rasa dendam berkepanjangan. Ada yang memilih untuk menghilangkan satu -atau beberapa- episode dalam hidupnya untuk bisa terus berjalan maju. Ibaratnya, memutus rantai masa lalu untuk meraih kebebasan masa depan.

ya, rasanya seperti rantai yang mengikat erat. Rasanya seperti gigi yang terus menggigit mencengkram batin, menimbulkan rasa sakit dan kemarahan. Maunya sih, membalas. Maunya membuat mereka yang menyakiti kita merasakan sakit yang lebih hebat dari apa yang kita rasakan.

But then, what..?

Ketika kita merencanakan untuk membalas dendam, mereka yang kita benci telah meraih hidup 2-3 kali lebih cepat dari kita. Kalaupun kita berhasil membalas, apa yang kita dapat kemudian? kepuasan?

Apakah kita yakin bahwa kelak tidak akan ada ‘balasan’ lagi untuk kita?

Memutus rantai dendam, memutus rantai kepedihan masa lalu.

————————————————————————-

ps. I forgive you brother, it’s your own way.. your own life. Just go on, and I will forget you.

Juli 6, 2008

Installation Art, a new challange

Diarsipkan di bawah: my ESA — meniksih @ 6:13 pm

Minggu lalu, aku dihubungi oleh Pak Bagus (Pak Rene bilang beliau General Manager FX Plaza–dunno) ketika sedang bicara dengan Ibu Sylfi di Plaza Indonesia. Beliau meminta aku untuk datang ke FX Plaza jam 10 esok paginya untuk bicara tentang Installation Art yang akan dipasang di FX Plaza. Installation Art? Rasanya seperti balik lagi ke masa –kegelapan..? hehe– ketika aku masih aktif mengurus seni dan seniman.

Bertemu Pak Bagus esok harinya, aku semakin bersemangat karena ternyata ‘Installation Art’ yang dimaksud ternyata sesuai dengan apa yang ada di kepalaku. Kami bicara banyak, membahas banyak ide, dan akhirnya disepakati bahwa aku akan membuat gambar-gambar untuk dilihat terlebih dahulu. Dan aku diberi waktu 2 hari untuk membuat desain installation art di dinding sepanjang 235 meter. Wow.

Senin, aku bertemu Rika, asisten Pak Bagus. Kami membahas desain-desain yang aku bawa. And it was interesting. Akhirnya disepakati bahwa aku dan tim ESA akan menggarap 104 meter dari dinding yang tersedia, dan sisanya akan digarap oleh mahasiswa-mahasiswa dari beberapa kampus. Agak malu sebetulnya, masa kami bersaing dengan mahasiswa…? bukannya merendahkan kualitas, tapi justru malu karena kami sudah terlalu tua. hiks hiks,.. mengingat umur tidak selamanya menyenangkan.

Tapi fotonya jelek-jelek……!

jadi nggak akan aku upload sekarang, nunggu aja –sampe punya duit beli kamera yang oke, wekekekeke—

« Halaman Sebelumnya

Blog pada WordPress.com.